dalam 4 bulan terakhir penulis mengalami 2 kali kecelakaan kendaraan bermotor dengan penyebab yang sama, motor penulis jatuh setelah masuk kedalam lubang kemudian mendadak kehilangan keseimbangan. kejadian pertama terjadi di Cileunyi dan yang kedua terjadi di jalan depan kampus ITB. setiap jatuh, penulis mengalami kesulitan bergerak sesaat yang disebabkan oleh shock karena kejadian yang baru dialami.
Malam hari setelah kejadian jatuh yang kedua, penulis memberi tahu kejadian ini kepada salah satu sahabat. seperti yang umumnya terjadi, sahabat penulis memberikan respon berupa ucapan duka dan doa supaya cepat sembuh. namun, ada juga berupa teguran karena sikap penulis yang kurang berhati-hati terutama saat membawa kendaraan bermotor.
dari teguran yang diberikan oleh sahabat, penulis jadi tergelitik untuk membahas perilaku aneh yang sering dilakukan orang-orang saat terjadi kecelakaan yaitu berusaha mencari-cari kesalahan dari orang yang terlibat dalam kecelakaan tanpa memperdulikan kondisi fisik dan kejiwaan mereka.
ketika orang mengalami kecelakaan, tentunya hal ini akan menimbulkan cedera pada orang yang bersangkutan. cedera yang dialami ini bukan hanya dari segi fisik tapi juga kejiwaan karena menghadapi sesuatu yang benar-benar mengejutkan dan menakutkan. sebagai contoh, ketika seorang anak terluka jarinya ketika sedang memakai pisau. dia akan menangis bukan cuma karena rasa sakit akibat luka, tapi juga karena masih teringat saat jarinya teriris.
Hal yang aneh adalah terkadang orang yang mengalami kecelakaan itu justru di marahi atau dicari-cari kesalahannya, seperti anak kecil yang terluka kemudian dimarahi dengan alasan dia main pisau padahal si anak sendiri baru saja terluka. sekarang mari kita fikirkan, hal yang kita lakukan ini justru akan memperparah kondisi mental dari orang yang baru mengalami kecelakaan. ketika kondisi mental seseorang yang pada dasarnya sedang shock danĀ down, kita justru membuat kondisi kejiwaannya semakin jatuh dengan sikap marah dan berusaha menyalahkan. sikap ini hanya akan memperlambat masa pemulihan.
ada baiknya jika kita menunggu kondisi orang yang mengalami kecelakaan tersebut membaik terlebih dahulu sebelum menanyakan kronologis. jangan membuat mental orang tersebut makin down. karena tentunya kita juga tidak mau disalahkan.
PS: Maaf sudah 1 tahun lebih penulis vakum dari dunia blogging. semoga tulisan ini dapat menandai kembalinya penulis pada dunia tulis menulis di dunia maya. wassalam

ilham
May 19, 2010
Setujuh dengan isi tulisan. Kalo diliat dari sisi orang yang marah2, aku merasa itu adalah salah satu tanda sayang sahabat. Sama seperti orang tua yang kuatir kalo anak2nya kenapa2. Jadi reaksi awalnya ya gitu.
qurthobi
May 19, 2010
tapi hati2 lho.. jangan malah memperburuk kondisi kejiwaan yang bersangkutan.. jangan sampai karena sayang malah membuat orang makin tersiksa
ilhampst
May 19, 2010
Niat baik tak selalu berakhir dengan baik jika eksekusinya keliru. Halah, eksekusi hehehe…
ramlannarie
November 12, 2010
salam kenal gan, kunjungan balik ditunggu di sini http://ramlannarie.wordpress.com/ dan http://ramlannarie.blogspot.com/
Blogseven77
December 18, 2010
bener banget gan..