Bagaimana jika seseorang menjadi sosok yang sama sekali berbeda dari dirinya yang sebelumnya?
Pertanyaan diatas bisa dibilang aneh karena bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi orang lain.. Banyak orang mengalami perubahan ini tanpa disadari oleh dirinya sendiri namun sangat dirasakan oleh orang-orang yang ada disekitarnya.. Perubahan ini bisa berlangsung secara perlahan, namun bisa juga terjadi tiba-tiba..
Sebagai makhluk Tuhan yang dinamis, perubahan sebenarnya bukanlah hal yang aneh karena kita tidak dapat lepas dari hal-hal yang ada disekitar kita.. Ketika terjadi perubahan pada lingkungan disekitarnya, maka manusia akan mencoba mulai melakukan adaptasi.. Dan sebagai hasil dari adaptasi ini akan menimbulkan perubahan pada diri pribadi agar dapat tetap bertahan di kondisi yang baru..
Tentunya, akan menjadi pembahasan yang sangat panjang jika kita membahas semua perubahan yang terjadi pada diri manusia.. Sekarang kita mencoba lebih mempersempit bahasan.. Bagaimana jika terjadi perubahan, khususnya mental, yang bernilai negatif pada diri manusia?
Seperti yang telah saya kemukakan diatas, perubahan terjadi sebagai proses adaptasi yang dilakukan manusia terhadap lingkungannya.. Lingkungan sangat berpengaruh bagi perkembangan kejiwaan seseorang.. Jika seseorang berada dalam suatu lingkungan yang penuh dengan hal yang negatif, maka perilaku negatif pun akan muncul dalam dirinya.. Sebagai contoh, jika seseorang yang lemah lembut berada dalam sebuah lingkungan orang yang berkarakter keras dan kasar, maka lambat laun, akan hadir sebuah karakter keras dan kasar dalam dirinya..
Namun, perubahan mental yang negatif tidak selalu bersumber dari lingkungan yang negatif.. Kadang justru muncul di kondisi yang positif.. Sifat negatif akan muncul karena adanya peluang.. Bahkan bisa jadi sikap ini muncul begitu saja tanpa sebab..
Dalam tulisan ini, berdasarkan pengalaman pribadi, saya mencoba mencermati beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya sikap dan perilaku negatif yang ada pada diri manusia :
- Perubahan status sosial
Perilaku negatif yang sering muncul akibat perubahan status sosial dapat kita lihat misalnya ketika seseorang yang miskin berubah menjadi kaya dengan hadirnya sikap angkuh dalam dirinya, padahal, ketika masih dalam keadaan miskin, orang ini adalah orang yang ramah dan rendah hati.. Atau sebaliknya, ketika seseorang yang kaya jatuh miskin, akan muncul sikap selalu menyalahkan orang lain sebagai penyebab keruntuhan ekonominya..
- Tekanan yang berlebihan
Perasaan tertekan atau stres adalah hal yang biasa dalam hidup.. Tekanan ini bisa hadir dari arah mana saja.. Ketika seseorang merasa tertekan, akan muncul usaha dari dalam dirinya untuk melepaskan diri dari tekanan tersebut.. Hal negatif yang muncul dari usaha ini adalah munculnya amarah yang luar biasa, kecendrungan menyakiti orang lain, atau bahkan melukai dirinya sendiri.. Semua perilaku ini hadir sebagai cara meluapkan perasaan emosi yang menumpuk dalam diri..
- Ikatan Emosional
Manusia adalah makhluk sosial, tidak dapat terlepas dengan orang-orang disekitarnya.. Kadang dalam hubungan ini muncul sebuah ikatan emosional yang menandakan rasa saling membutuhkan.. Perilaku negatif yang muncul dari ikatan emosional ini antara lain perasaan memiliki yang berlebihan, terlalu membatasi diri dari orang lain, dan sulit menerima keadaan ketika hubungan itu kandas..
Selain beberapa hal yang saya sebutkan di atas, masih banyak hal yang menyebabkan munculnya perubahan negatif dalam diri manusia yang justru muncul akibat hal positif..
Semua yang ada di dunia ini seperti pisau yang bermata dua.. Bisa menghadirkan kebaikan dan keburukan.. Hanya manusia itu sendiri yang bisa memilih ke arah mana dia akan melangkah..

kangabet
March 15, 2009
Sosok pribadi bisa berubah menjadi pribadi yang lain, dikarenakan orang tersebut tertutup. Makanya sebaiknya seseorang harus mau membuka dirinya bagi kehadiran orang lain. Keterbukaan akan mengakibatkan kehidupan ini lebih indah. Dan satu lagi, pribadi tersebut kadang tidak sadar apa yang telah terjadi pada dirinya, orang lain lah yang lebih menyadarinya. Kemauan untuk menerima saran dan kriik dari orang lain akan membantu suatu sosok menjadi lebih baik (baca:berkualitas)
widjaksana
March 17, 2009
Dik Qurthobi, mungkin bisa ingat Allah SWT menyampaikan bahwa seandainya seluruh manusia ingkar kepada Allah, maka tidak sedikitpun mengurangi kekuasaan Allah. Dan seandainya seluruh manusia taat kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya. Artinya, manusia memang diberikan kebebasan dengan potensi yang dimilikinya terutama akal, untuk memilih dan masing-masing pilihan tentu ada konsekuensinya. Jika pilihan itu baik, maka pasti akan berbuah kebaikan dari Allah SWT dan jika pilihannya buruk tentu akan berbuah keburukan. Lingkungan akan selalu berubah, namun hukum Allah tidak akan pernah berubah. Jadi jika ingin menjadi ‘Aku’ yang sesuai dengan fitrah dan tujuan penciptaan manusia, maka kuncinya hanya satu :”ISTIQAMAH DI JALAN ALLAH”.