Pernahkah anda merasa kalau fikiran anda sedang dipermainkan seseorang? Jawabannya bisa iya dan tidak.. Karena sangat sulit untuk mengetahui apakah kita sedang dipermainkan atau orang itu benar-benar serius dalam melakukan sesuatu.. Apa yang ada dalam fikiran orang lain bukanlah sesuatu yang mudah untuk dibaca..
Bentuk dari permainan fikiran yang dilakukan seseorang sangatlah bervariasi.. Dari sesuatu yang sangat menyenangkan dan menghibur, membuat kebingungan, sampai sesuatu yang sebenarnya akan terasa sangat menyakitkan bagi sang “korban”.. Dan tujuan dari permainan ini juga beragam tergantung dari apa yang dikehendaki sang pelaku..
Permainan fikiran yang mungkin paling sering kita lihat baik di kehidupan nyata atau yang ditampilkan di televisi adalah dalam bentuk mengerjai seseorang untuk memancing emosinya.. Ketika sang korban dalam kondisi emosi yang memuncak, barulah sang pelaku memberi tahu tujuan dari permainan tersebut.. Biasanya akhir dari permainan fikiran ini adalah dalam bentuk sesuatu yang bisa menjadi bahan tertawaan..
Tapi apakah semua permainan fikiran ini memiliki ujung yang sama?
Jawabannya juga sangat beragam.. Seperti halnya bentuk permainannya, tujuan dari permainan fikiran ini bisa sangat menyenangkan atau sangat menyakitkan.. Bahkan terkadang apa yang dirasakan oleh sang korban tidak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan oleh sang pelaku..
Beberapa hal yang mungkin jadi tujuan sang pelaku permainan fikiran diantaranya sebagai berikut..
Yang pertama, permainan fikiran atas dasar kesenangan bersama.. Seperti yang saya contohkan diatas, permainan ini bersifat menghibur.. Pelaku bermain atas dasar untuk memberikan sesuatu yang membuat korban kebingungan.. Kebingungan dari sang korban inilah yang kemudian dimanfaatkan dan akhirnya bisa menjadi bahan tertawaan.. Tertawa bahagia bersama adalah sasarannya..
Yang kedua, permainan fikiran atas dasar kesenangan pribadi.. Sang pelaku melakukan permainan ini hanya untuk memuaskan kesenangan pribadinya tanpa memperdulikan respon apa yang akan diberikan oleh sang korban..
Yang ketiga, permainan fikiran atas dasar untuk menyakiti.. Rasa sakit yang dirasakan korban adalah keinginan sang pelaku.. Permainan fikiran semacam ini sangat berbahaya, karena dapat berujung dendam bagi sang korban..
Yang keempat, permainan fikiran atas dasar menghibur sang korban.. Kebalikan dari yang ketiga, yang diinginkan oleh sang korban adalah kesenangan bagi sang korban.. Bahkan terkadang sang pelaku yang merasakan kesakitan dari permainan ini..
Yang kelima, permainan fikiran atas dasar mendidik.. Permainan fikiran tipe ini bertujuan untuk mendidik sang korban agar mau menggunakan fikirannya lebih dari yang biasa dilakukannya..
Dan yang keenam, permainan fikiran atas dasar kenginan untuk menyampaikan sesuatu.. Permainan fikiran tipe ini merupakan permainan fikiran yang paling sulit untuk ditebak.. Bahkan bisa dikatakan permainan fikiran tipe ini adalah gabungan dari semua tujuan yang telah disebutkan sebelumnya.. Permainan ini bisa disampaikan dengan cara menyenangkan untuk tujuan menyenangkan, cara menyenangkan dengan tujuan menyakitkan, cara menyakitkan dengan tujuan menyakitkan, cara menyakitkan untuk tujuan menyakitkan, bahkan dengan cara yang sangat misterius.. Bahkan sang pelaku sendiri kadang tidak tahu apa yang bakal dihadapinya nanti dan sang korban tidak menyadari maksud sang pelaku..
Selain yang saya sebutkan di atas, masih banyak lagi tujuan dari sebuah permainan fikiran.. Tinggal bagaimana sang pelaku menginginkan permainan itu dilakukan dan bagaimana sang korban merespon.. Karena permainan ini justru sering menimbulkan kesalah fahaman..
Ada sebuah ungkapan yang mengatakan “life is just a game” atau “hidup adalah sebuah permainan.. Kita bisa menjadi pemain atau menjadi yang dipermainkan.. Masing-masing memiliki resiko yang harus dihadapi..
Filed under: Uncategorized | 9 Comments »